Loading...

Perkuat Tata Kelola dan Mutu Akademik, FST UIN Raden Mas Said Surakarta Susun Visi, Misi, dan Renstra

Diterbitkan pada
30 Juni 2026 17:19 WIB

Baca

Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Kegiatan Penyusunan Visi, Misi, dan Rencana Strategis (Renstra) pada Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan, visi pengembangan, serta program prioritas fakultas guna mendukung terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Penyusunan visi, misi, dan Renstra dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pengembangan Fakultas Sains dan Teknologi yang selaras dengan visi Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Dokumen strategis tersebut diharapkan mampu menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan pada tahun-tahun mendatang.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag.. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa penyusunan visi, misi, dan Renstra merupakan momentum penting untuk membangun arah pengembangan fakultas yang mampu menjawab dinamika pendidikan tinggi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Septin Puji Astuti, S.Si., M.T., Ph.D., memaparkan gagasan mengenai visi, misi, dan arah strategis pengembangan FST. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa penyusunan Renstra menjadi momentum untuk membangun budaya akademik yang unggul, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, memperkuat tata kelola fakultas, serta menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, hadir narasumber Hasannudin Ali Dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kurikulum perguruan tinggi perlu dirancang secara adaptif dengan mengacu pada kebutuhan nyata dunia industri. Pembelajaran tidak cukup berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga harus memberikan pengalaman belajar melalui proyek-proyek riil (project-based learning) yang mampu membentuk kompetensi mahasiswa secara komprehensif.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa pengembangan kurikulum harus mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kemampuan pemecahan masalah (problem solving), komunikasi, kolaborasi, serta membangun pola pikir kewirausahaan. Untuk mendukung ekosistem pembelajaran yang inovatif, perguruan tinggi juga perlu mengembangkan berbagai wadah seperti research center, startup incubator, serta jejaring kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.

Pada kesempatan tersebut, Hasannudin Ali juga menyampaikan lima rekomendasi strategis bagi pengembangan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Mas Said Surakarta, yaitu melakukan redesain kurikulum berbasis kompetensi industri, membangun FST Innovation Hub, memperkuat ekosistem kemitraan dengan dunia industri, meningkatkan investasi pada pengembangan sumber daya manusia dosen dan infrastruktur digital, serta memposisikan FST sebagai fakultas sains dan teknologi berbasis nilai-nilai Islam yang unggul di tingkat nasional.

Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Mas Said Surakarta sendiri merupakan fakultas yang berdiri berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2025. Saat ini FST menyelenggarakan lima program studi, yaitu Ilmu Lingkungan, Sains Data, Teknologi Pangan, Bioteknologi, dan Informatika.