Loading...

Implementasi Ekoteologi melalui Homestead, FST UIN Surakarta Edukasi Ketahanan Pangan Rumah Tangga

Diterbitkan pada
24 Juli 2026 16:02 WIB

Baca

Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Raden Mas Said Surakarta bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Workshop Ekoteologi bertajuk "Implementasi Ekoteologi dalam Kemandirian Pangan Rumah Tangga" di Gedung Seminar Lantai 4 Fakultas Sains dan Teknologi.

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi sivitas akademika dan anggota Dharma Wanita Persatuan untuk memahami pentingnya penerapan nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui penguatan ketahanan pangan keluarga yang berkelanjutan. Workshop juga merupakan bagian dari komitmen UIN Raden Mas Said Surakarta dalam mengintegrasikan nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hadir sebagai narasumber, Ilzamha Hadijah Rusdan, M.Sc., M.Pd., Ketua Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Mas Said Surakarta. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan konsep homestead sebagai salah satu bentuk implementasi nyata ekoteologi yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga.

"Konsep homestead merupakan gaya hidup bertani mandiri (homesteading), yaitu ketika seseorang maupun keluarga berupaya memenuhi kebutuhan hidup utamanya secara swasembada, seperti menanam bahan pangan sendiri dan memelihara ternak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki," jelas Ilzamha.

Menurutnya, penerapan konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa terdapat sejumlah manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan homestead, di antaranya meningkatkan kemandirian pangan keluarga, mendorong keberlanjutan lingkungan melalui perilaku yang ramah lingkungan, serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga melalui efisiensi pengeluaran kebutuhan pangan.

"Melalui langkah-langkah sederhana seperti memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran, tanaman obat, maupun buah-buahan, masyarakat telah berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga," ungkapnya.

Peserta workshop mengikuti kegiatan dengan antusias melalui sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai praktik pengelolaan pekarangan rumah yang produktif. Berbagai strategi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga menjadi perhatian peserta sebagai solusi dalam mewujudkan gaya hidup yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan Workshop Ekoteologi ini, Fakultas Sains dan Teknologi bersama Dharma Wanita Persatuan UIN Raden Mas Said Surakarta berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kelestarian lingkungan dan membangun kemandirian pangan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai ekoteologi. Sinergi antara ilmu pengetahuan, kepedulian lingkungan, dan peran keluarga diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih tangguh, sehat, serta berkelanjutan di masa mendatang.