Loading...

Menguatkan Literasi AI Beretika, FST UIN Surakarta Gelar Diskusi Dosen

Diterbitkan pada
4 Juni 2026 14:09 WIB

Baca

Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan Diskusi Dosen bertajuk “AI dalam Tri Dharma: Peluang, Tantangan, dan Etika” yang berlangsung di Aula Lantai 4  dikampus setempat (04/06). Kegiatan ini menjadi wadah bagi para dosen untuk memperdalam pemahaman mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus membahas aspek etika yang menyertainya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Ristu Saptono, yang menyampaikan materi mengenai “AI Ethics in Education. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI telah membuka berbagai peluang baru dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Namun demikian, pemanfaatan teknologi tersebut juga perlu diimbangi dengan pemahaman etika yang kuat agar penggunaannya tetap bertanggung jawab.

Pada sesi pemaparan, narasumber menguraikan beberapa prinsip dasar etika AI dalam pendidikan (Core Ethical Principles), antara lain transparansi, keadilan, akuntabilitas, privasi, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan penting dalam memastikan bahwa teknologi AI digunakan untuk mendukung proses pembelajaran tanpa mengabaikan aspek moral dan etika akademik.

Selain itu, dibahas pula berbagai peluang pemanfaatan AI dalam pendidikan (Educational Opportunities), seperti personalisasi pembelajaran, peningkatan efisiensi administrasi akademik, analisis data pendidikan, serta dukungan dalam kegiatan penelitian dan pengembangan inovasi. Kehadiran AI dinilai mampu membantu dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan produktivitas serta kualitas luaran akademik.

Di sisi lain, narasumber juga menyoroti sejumlah tantangan etis (Ethical Challenges) yang muncul seiring meningkatnya penggunaan AI, di antaranya potensi bias algoritma, pelanggaran privasi data, ketergantungan berlebihan terhadap teknologi, hingga risiko penyalahgunaan AI dalam aktivitas akademik. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan tata kelola yang jelas agar pemanfaatan AI tetap berada dalam koridor etika dan integritas akademik.

Sebagai upaya membangun budaya penggunaan AI yang bertanggung jawab, narasumber memperkenalkan berbagai strategi penguatan etika AI (Cultivation Strategies) melalui peningkatan literasi digital, penyusunan pedoman penggunaan AI di lingkungan perguruan tinggi, serta penguatan nilai-nilai akademik dan keislaman dalam setiap implementasi teknologi.

Lebih lanjut, peserta juga diperkenalkan dengan AIEAS (Artificial Intelligence Ethics Awareness Scale) sebagai instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesadaran etika AI di lingkungan pendidikan. Pengukuran ini diharapkan mampu menjadi dasar dalam merancang program pengembangan kompetensi dan literasi AI yang lebih efektif bagi sivitas akademika.

Melalui kegiatan diskusi ini, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan teknologi AI secara inovatif, produktif, dan bertanggung jawab. Diskusi ini diharapkan dapat memperkaya wawasan para dosen mengenai peluang dan tantangan AI sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa mengabaikan nilai-nilai etika akademik.